
BACKGROUND
Dipicu dari keprihatinan terhadap menurunnya kondisi ekonomi global yang berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat petani, dan usaha agribisnis di Indonesia. Di sisi lain, kondisi kelompok masyarakat petani, lembaga ekonomi masyarakat serta Usaha Mikro dan Kecil (UMK) semakin terpuruk dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sulitnya akses pasar.
Para pelaku usaha belum memiliki kesiapan yang penuh dalam menghadapi tekanan akibat perubahan ekonomi global, tingkat resiko yang tinggi serta kondisi ketidakpastian usaha. Dengan demikian, penguatan kapasitas masyarakat di bidang agribisnis melalui fasilitasi pengembangan perencanaan strategic secara tepat, menumbuhkembangkan usaha/matapencaharian yang prospektif, dan membangun sinergi bisnis yang konsisten serta berkelanjutan.
Strategi novasi usaha memerlukan upaya pengembangan kreatif, hal ini diharapkan mampu memastikan berjalannya manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan ekosistem usah dan mata-pencahariannya.
Untuk berkontribusi dalam pengutan kapasitas masyarakat produktivitas usahanya, maka lahirnya lembaga pengembangan kewirausahaan sosial yang berbasis agribisnis menjadi sangat signifikan dan diperlukan.
STRATEGI
-
- Melakukan penelitian dan pengembangan produk-produk inovatif lokal mengarah pada model pengelolaan agribisnis ramah lingkungan.
- Memfasilitasi penguatan kapasitas masyarakat/pelaku usaha (pengetahuan, keterampilan dan mendorong perubahan sikap) dalam teknis produksi maupun manajemen usaha.
- Menjembatani masyarakat/UKM dan pasar secara lebih kompetitif melalui model kerjasama usaha saling menguatkan.
KEGIATAN/PROGRAM
Kegiatan yang dikembangkan meliputi kegiatan Trading besar dan Jasa Konsultansi
Kegiatan konsultansi meliputi:
|
PROGRAM KAJIAN
|
PROGRAM PELATIHAN
|
PROGRAM PENDAMPINGAN
|
|
• Penelitian Agribisnis
|
• Manajemen Kelemba gaan masyarakat
|
• Penguatan Kelembagaan Ekonomi
|
|
• Explorasi Potensi dan Peluang Usaha
|
• Budidaya Pertanian dan pengembangan produk
|
• Pengembangan Budidaya dan Post Harvest.
|
|
• Monitoring dan Evaluasi Program pengembangan masyarakat
|
• Manajemen usaha Agribisnis
|
• Inisiasi business start-up
|
-
- Program Kajian: Kegiatan mapping potensi, dan rancangan penguatan kapasitas masyarakat serta kebutuhan pengembangan usaha masyarakat.
- Program Pelatihan: Merupakan kegiatan fasilitasi penguatan kapasitas bagi masyarakat pelaku usaha dan pendamping/fasilitator. Metode yang dikembangkan secara partisipatif dalam bentuk in-class, belajar antar petani, sekolah lapang, e-learning dan temu usaha.
- Program Pendampingan: Merupakan proses fasilitasi oleh Pendamping Masyarakat/fasilitator/mentoring secara intensif bersama masyarakat dalam rangka membangun inisiatif, fasilitasi dan pemandirian.
Pengalaman Ringkas:
-
- Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pengembangan Kerjasama Usaha bagi petani dan pendamping perhutanan sosial di Lampung, Bengkulu dan Jambi dalam Program Percepatan Perhutanan Sosial. Kerjasama dengan BDLHK Pekanbaru
- Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pengembangan Pendampingan Tahap Awal bagi para Petani dan Pendamping Perhutanan Sosial di Sulawesi dan Kalimantan dalam Program Percepatan Perhutanan Sosial. Kerjasama dengan BDLHK Kupang.
- Pelatihan Kewirusahaan untuk Peningkatan Kapasitas Petani dan Pendamping Perhutanan Sosial di Jawa Barat. Kejasama dengan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat dan BPSKL-Jawa Bali dan Nusa Tenggara.
- Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pengembangan Kerjasama Kelembagaan Usaha bagi para petani dan Pendamping Lapangan dalam Program Perhutanan Sosial di Jawa Barat. Kerjasama dengan BDLHK Kadipaten.
- Fasilitasi Penguatan kapasitas dalam Pengembangan Kerjasama Kelembagaan Usaha bagi para Petani dan Pendamping Perhutanan Sosial di Lampung, Jambi dan Bengkulu dan Kalimantan. Bekerjasama dengan BDLHK Pekanbaru.